Tak Cukup Kuat, Tak Cukup Pintar

Depok Baru, 13 Mei 2015, 19:48

Beberapa saat lagi, kereta akan sampai di stasiun Depok Baru, aku dan beberapa orang mulai bergerak kepinggir pintu untuk bersiap turun. Tampak ada seorang pemuda berdiri tepat dipinggir pintu kereta. Dia berada di tengah, disamping kanan nya ada ibu – ibu, dan disamping kirinya ada seorang bapak – bapak kurus (sekitar 55 tahun) menggendong anak laki laki kecil (sekitar 4 tahun) dilengan kirinya. Kuamati sejenak, ternyata mereka, pemuda, ibu dan bapak tadi bukan keluarga, berdiri sendiri sendiri dengan urusannya masing – masing.. di belakang mereka ada banyak orang yang mengantri, termasuk aku..

Sesaat kemudian, terdengar masinis menginformasikan bahwa kereta akan segera tiba di stasiun Depok Baru. “Periksa kembali barang bawaan anda, jangan sampai ada yang tertinggal di dalam rangkaian kereta”, katanya diringi suara rem kereta yang mulai terdengar. Laju kereta semakin pelan, dan akhirnya berhenti sempurna. Pintu kereta pun terbuka, serentak semua penumpang beranjak turun.. Aku yang berada agak ditengah mengantri menunggu giliran.. Pemuda tadi yang pertama, diikuti ibu dan bapak yang berada disampingnya.. Saat menginjakkan kaki di peron, serentak pemuda dan ibu – ibu tadi melangkahkan kaki nya keluar menjauhi pintu. Namun saat giliran sang Bapak turun, dia tertahan oleh suara anak yang digendongnya yang tiba – tiba merintih, dan kemudian menangis pelan.. Tak hanya sang ayah, hampir semua mata penumpang yang akan turun langsung tertuju padanya. Dan baru disadari bahwa ternyata tangan sang anak yang digendong tadi ikut terseret masuk ke tepi pintu kereta, terjepit di rongga keluar masuk nya pintu sehingga membuat pintu tertahan, tidak terbuka secara sempurna.. Hampir sampai pergelangan tangan kiri si anak masuk terjepit dalam rongga pintu.. Sang ayah dan kami pun seketika kaget, dan panik… beberapa orang berteriak dan melambai – lambai ke masinis di bagian depan kereta, berusaha menyampaikan bahwa ada anak yang terjepit.. bahkan sampai ada yang menggedor gedor kaca kereta… Baca lebih lanjut

30 detik

pemuda itu masih terengah – engah.. sesaat masih terbayang kematian yang sudah begitu dekat dihadapannya.. tidak begitu lama, 30 detik saja.. tapi selama itu pula dia merasa malaikat sudah berada didekatnya mencoba mencabut nyawanya.. ditariknya sebuah nafas panjang.. dan dalam.. mencoba hilangkan kepanikan.. ditata lagi pikiran dan hatinya, menenangkan diri.. sampai akhirnya semuanya pulih..sedikit demi sedikit dia mencoba mengingat kronologi kejadian yang menimpanya itu.. dia terdiam… dan secara detail semua sudah terungkap dalam pikirannya..

malam itu dia susah sekali tertidur.. sakit gigi membuat seluruh kepalanya menjadi pening.. ditekan – tekannya kepala itu untuk mencoba meringankan rasa sakitnya.. sambil terus mencoba memejamkan mata.. sakit gigi itu juga membuat air liurnya keluar begitu banyak.. alih – alih ditelan, sesekali diludahkannya air liur itu keluar jendela kamar.. semua skenario itu dijalaninya dalam sebuah malam yang panjang.. sampai akhirnya dia benar – benar tertidur…

dalam tidurnya, air liur itu tidak berhenti mengalir.. sedikit demi sedikit terkumpul dalam mulutnya.. tidak berapa lama, air liur yang tersimpan dalam mulutnya itu tanpa sengaja menyentil jalur nafasnya.. dia tersedak.. dan serentak dia langsung terbatuk – batuk.. tidak hanya itu, tersedaknya saat itu juga membuat jalan nafasnya menjadi menyempit.. hampir tertutup.. udara nafas yang selama tidur diambil dari hidungnya tiba – tiba terhenti.. dia pun terbangun.. tersadar dalam kondisi seperti itu, dia menjadi panik.. air liurnya tertelan.. dia pun segera beranjak dan mengambil posisi duduk, lalu mencoba menarik nafas dari mulutnya.. Baca lebih lanjut

satu.. dua.. tiga..

06 April 2013
Argo Parahyangan,
Jakarta – Bandung

Hari ini aku kondangan (so what!!!). ngondanganin pernikahan temen sekantor. Lokasi di jakarta, salemba, gedung pegadaian (nikah gadai???). Acara dimulai jam 11 siang, jadi aku cari jadwal kereta yang nyampai sana sekitar jam 11 siang.. ku pilih jam keberangkatan dari bandung pukul 07.15, prediksi sampai jakarta jam 10.20. Di jakarta rencananya sekalian mo ngirim barang ke teman di ende, setelah itu langsung balik bandung lagi.. namun ternyata, kisahnya kok jadi….

(pagi harinya)
Pukul 06.00 Bandung masih hujan lebat, aku siap – siap. sekitar jam 06.20, hujan agak sedikit reda, berangkatlah aku, tanpa jas hujan. Dalam perjalanan, hujan memang rintik-rintik, namun efek hujan lebatnya masih sangat kelihatan, banyak genangan.. Aku melaju cukup kencang, wushhh… sekitar 20 km/jam, tapi tetap hati – hati, jika ada genangan kuperlambat lagi biar gak muncratin orang.. prinsip!!! Namun prinsipku beda dengan prinsipnya.. ada mobil yang melaju kencang tepat disamping laju kendara ku, tepat pada lokasi jalan bergenang, tepat membuat puncratan tinggi, tepat di paha dan pinggangku, tepat.. byurrr!!! ~~SATU

(agak siang dikit) Baca lebih lanjut

Sinetron

Kualitas suatu negara dapat diukur dari kualitas sinetron nya.. beuh.. Dan sinetron di negara ku ini, lebaaay.. narsis.. ceritanya monoton.. nggak mendidik, kalaupun mendidik, berarti mendidik ke arah yang salah.. nggak layak tonton lah..

Banyak pertanyaan dan adegan – adegan dalam sinetron yang aneh – aneh, pokoknya banyak yang saya nggak setuju.. misalnya, yang pertama, kenapa cewek yang ada di sinetron-sinetron tu kerjaannya hamiil mulu.. Lihat sinetron A, ceweknya hamil.. Lihat sinetron B, ceweknya hamil lagi.. Bingung kenapa si cewek di sinetron subur – subur amat.. Terus ceritanya juga panjaang.. Tersanjung sampai 6 (tersanjung mulu), Cinta Fitri sampai tujuh.. (Tu si Fitri dalam Cinta fitri udah sampai season tujuh, karena subur harusnya anaknya udah 30). Terus, parahnya, udah kerjaannya hamil mulu, setelah lahir, e putrinya malah ketuker.. Hadeee…

Kedua, kenapa setiap percintaan disinetron, selalu di awali dengan tabrakan mobiil.. Lagi sedih dikit, keluar rumah, ketabrak mobil.. marah-marah, keluar rumah, ketabrak mobil.. Masuk rumah sakit, sembuh, keluar, ketabrak mobil, masuk rumah sakit lagi… Baca lebih lanjut

Cegukan

Sebenarnya saya jarang cegukan.. higs.. tapi sekali dapat, bisa lama sembuhnya, bisa 2 – 5 hari baru sembuh.. (rekornya kalo gak salah memang 5 hari.. bayangin betapa capeknya tu punggung..) higs.. nggak terus menerus selama 5 hari 5 malam ya.. hilang muncul gitu, tapi tetep aja bikin bete.. nggak tau kenapa kok nggak sembuh-sembuh ya.. higs.. biar tambah tinggi kali.. higs.. tapi bikin capek ma pegelnya itu.. higs..

Dari semenjak lahir dulu, sudah banyak yang membekali ilmu kanuragan untuk mengatasi masalah cegukan ini.. Ilmu yang saya terima pertama dan mungkin paling populer adalah minum aer sambil nengok.. ada dua aliran, aliran kiri nengok ke kiri, aliran kanan nengok ke kanan.. Saya agak plin plan, jadi kadang nengok kiri kadang nengok kanan.. hihi.. Yang penting disini selain nengok, waktu minum jangan sampai bernapas.. takutnya tersedak.. 😛 dan kalau bisa habis dalam sekali teguk. Dari beberapa kali percobaan, kalo saya kadang berhasil kadang gagal.. tapi lebih dominan gagalnya.. sampai perut kembung masih aja hag hig hag hig.. Baca lebih lanjut

Mimpi

Aku sering bermimpi, dan dalam mimpiku, beberapa kali aku sadar bahwa kejadian yang kualami itu hanyalah mimpi.. beberapa kali dengan mencubit pipi, dan aku merasa tidak mesarakan sakit, seketika (dalam mimpiku) aku sadar bahwa aku sedang menjalani mimpi.. beberapa kali hanya dengan perasaan bahwa kejadian yang di alami harusnya tidak mungkin terjadi, sulit di nalar, sehingga secara otomatis aku (dalam mimpiku) menyadari bahwa aku sedang menjalani mimpi.. tidak lama setelah menyadari bahwa itu semua hanya mimpi biasanya aku terbangun.. yang paling spesial, aku terbangun masih dalam kondisi bermimpi (mimpi dalam mimpi – 2 level).

 

Benarkah kita masih bisa membawa logika berfikir kita kedalam mimpi, atau mungkin malah bisa mengatur mimpi kita.. aku gugling dengan penuh tanda tangan -tanya-.. dan aku menemukan ada istilah yang disebut Lucid Dream..

 

*inception

Cerita Cinta Cobar, episode 1 – C3E1 –

C3 : Cerita Cinta Cobar, adalah sebuah kisah dari pengalaman pribadi sahabat saya yang bernama.. sebut saja Sobar (bukan nama samaran). Dia adalah teman SMA saya di SMUN 3 Pekalongan. Kami pernah satu kelas bersama sewaktu tingkat 3 di IPA 3. Pertemanan berlanjut sampai jenjang kuliah, yaitu di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) Jakarta.
Saya sendiri awal mulanya kaget, bingung, heran, takjub, gumun, stress dan pusing… Bagaimana mungkin seorang sobar, bisa mendahului saya dan temen2 angkatan STIS saya dulu (yang cowok) dalam hal/urusan pernikahan. Bagaimana mungkin ada seorang wanita yang mau padanya(he..9x, guyon Bar). Bagaimana mungkin dia berani memutuskan untuk menikah secepat itu.. OKI, Disini saya akan menceritakan kisah lengkap bagaimana semua itu terjadi, dari awal pertemuan sampai hari-hari menuju pelaminan, sesuai apa yang saya lihat dan sobar ceritakan sendiri kepada saya..
NB: Cerita ini cukup panjang karena saya sajikan selengkap-lengkapnya, saking panjangnya, saya buat dalam 3 Episode. OK, langsung saja, begini ceritanya…….. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: